Pagi tadi sebagian orang tua murid dari sekolah Semut-Semut
the Natural School berkumpul di lantai 2 gedung SD mengikuti quality time
berupa refleksi dan penguatan diri bersama Coach Karakter Positif yaitu Kak
Acun.
Kelas parenting bersama kak Acun ini bukanlah
yang pertama yang saya ikuti, kurang lebih dua tahun lalu saya juga pernah mengikuti kelas privat
bersama beliau, kenapa privat? Karena kelas yang saya ikuti adalah kelas
berbayar dan kebetulan pesertanya tidak banyak, jadi komunikasi kami mengenai
masalah-masalah dalam pengasuhan anak lebih intim. Materi 3 hari juga dapat diselesaikan
dalam 2 hari saja. TOP.
![]() |
Saya bersama anak-anak di acara disekolah |
Kali ini para orang tua dari level PG sampai SMP mendapat undangan untuk menghadiri kelas parenting bersama kak Acun, dan gratis! Ah saya rasa ini waktu yang tepat untuk mengikuti kelas penguatan diri ini lagi.
Kelas dimulai dengan menjawab yel-yel apa kabar khas sekolah
Semut-Semut, kegiatan motorik halus yaitu Kak Acun meminta kami menggerakkan
jari-jari tangan. Jari kelingking dan jari manis dirapatkan dan diregangkan
dari jari tengah yg juga dirapatkan dengan jari telunjuk. Kiri dan kanan
diulang-ulang.
Kemudian tugas pertama hari itu adalah kami mengambar dengan
tangan kanan dan kiri, hal ini untuk mengaktifkan otak kiri dan kanan, karena
kebiasaan kita yang sering hanya menggunakan salah satu tangan.
Kak Acun ingin memastikan kami siap berkonsentrasi dan para peserta happy menerima kelas penguatan diri hari ini.
Setelahnya kami bertepuk tangan bersama. Disini kak Acun
meminta kami juga memastikan kami memperhatikan cara anak-anak dirumah bertepuk
tangan. Pastikan tiap-tiap ujung jari bertemu ketika bertepuk tangan, ketika
jari-jari kiri dan kanan bertemu saat bertepuk tangan dapat melatih otak dan
mempengaruhi perkembangan daerah otak dan lainnya. Maka jika tepuk tangan tidak
beraturan kemungkinan ada gangguan motorik halus.
Motorik halus merupakan gerakan yang melibatkan kelompok
otot yang lebih kecil seperti yang ada di tangan dan pergelangan tangan.
Keterampilan motorik halus diperlukan untuk terlibat dalam gerakan yang lebih
kecil dan lebih presisi, biasanya menggunakan tangan dan jari.
Karena kelas cukup panjang maka ada beberapa poin penting
akan saya rangkumkan yaitu;
1. Contoh yang baik.
seorang bayi yang baru lahir membutuhkan orang tuanya, dan orang tua
merupakan contoh bagi anak-anak. Anak-anak akan meniru segala sesuatu yang
dilakukan orang tua. Mulai dari cara berkomunikasi, tingkah laku, kebiasaan
sehari-hari, semua hal itu tercatat dalam memori anak.
Orang tua juga tidak boleh memaksakan keinginan tanpa melihat psikologi
anak. Ada kasus anak usia 8 tahun yang mampu menghafal Al-Quran juz 30. Kebanggan
bagi orang tuanya namun ternyata secara psikologis beberapa anak merasa tertekan dan
stress.
2.
Bahagia.
Orang tua yang bahagia dapat mempengaruhi psikologis anak. Anak tumbuh
menjadi anak yang positif dan bahagia juga. Oleh karena itu bahagiakan diri
anda dulu. Jika orang tua tidak bahagia akan mencari cara untuk melampiaskan
rasa tidak bahagianya kepada anak dan orang lain.
3. Pelukan.
Peluklah anak setiap hari. Terutama sebelum tidur, temani anak tidur sambil
ucapkan kata-kata positif dan peluk mereka. Tidak ada batas usia untuk memeluk
anak, anak tidak pernah terlalu besar untuk dipeluk. Pelukan bermanfaat untuk
kesehatan dan tumbuh kembang anak.
4. Membuang racun/ toksin.
List kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat kepada anak kita, semakin panjang listnya semakin bagus. Apakah kita
pernah marah, kurang sabar, tidak bisa mendampingi ketika anak membutuhkan?
Ingatlah selalu bahwa anak kita sudah tumbuh menjadi anak hebat dan kita terpilih
untuk diberikan amanah mendampingi dan membesarkan anak kita.
5. Refleksi Diri.
Sering kesal jika melihat anak yang mudah marah, atau sering marah-marah?
Atau anak yang berbohong? Apakah kita pernah melakukan kedua hal tersebut
didepan anak kita?. Ingatlah anak adalah peniru yang baik.
6.
Jadi pendengar yang baik.
Berikan waktu kepada anak untuk bercerita, untuk didengarkan. Jadikan orang
tua sebagai tempat anak untuk bercerita, menjadi tempat pertama anak berkeluh
kesah dan menceritakan segala masalah dan mengungkapkan rasa bahagianya. Kalaupun orang tua bekerja sebelum tidur sempatkan medengarkan keluh kesah anak-anak disekolah maupun dirumah.
Contoh kasus; ada orang tua yang selama ini bekerja dan punya sedikit
waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya. Anak ternyata lebih sering bercerita
kepada temannya, dan sangat kehilangan ketika temennya sakit karena tidak bisa
bercerita. Alasannya lebih memilih bercerita kepada teman karena Ibunya sering
tidak bisa ada ketika dia ingin curhat.
7. Afirmasi.
Jika punya keinginan/ nasehat yang ingin disampaikan agar anak merasa mampu
dan bisa.
Misal; agar anak mau tidur dikamar sendiri, bisa diafirmasi/ disampaikan
sebelum tidur sebanyak 7x dengan tenang , 7 adalah jumlah ayat dalam Al-Fatihah,
dan biasanya jika disampaikan sebelum tidur dan keadaan anak kondisi syarafnya
baik dan otak kanan maupun kirinya seimbang maka pesan tersebut akan lebih
mudah diterima.
8.
Sabar
Belajar sabar dan menahan diri dari emosi karena anak melihat contoh dari
orang tuanya
Nah biasanya disetiap kelas penguatan diri bersama kak Acun
pasti terjadi pertumpahan air mata, minimal dua kali lah kak Acun berhasil
membuat orang tua mencucurkan airmata sambil merenung dan mengingat perjalanan hidup
bersama anak-anak. Apa dan bagaimana materinya? Nah mungkin untuk yang belum
pernah hadir jangan lupa untuk meluangkan waktu di kelas-kelas yang akan datang
mumpung kelas penguatan diri ini gratis. Hehe…
Di akhir acara, Kak Acun meminta kami menuliskan doa pada selembar kertas yang telah dibagikan. Kemudian kertas tersebut kami bawa pulang dan oleh saya ditempel di kamar anak-anak hehe..
![]() |
Kertas bertuliskan doa saya pada Kelas Penguatan Diri |
Bagi saya yang mempunyai anak usia 8 tahun dan 5 tahun ini, kelas penguatan diri sangatlah penting. Anak-anak
yang makin tumbuh justru membutuhkan pendampingan dan perhatian lebih ekstra. Kak
Acun juga mengingatkan kembali bahaya gadget dan internet bagi perkembangan
anak, anak-anak harus selalu mendapat pendampingan. Sudah banyak kasus anak
yang kecanduan gadget, orang tua juga memberi contoh dengan membatasi
penggunaan gadget. Sekuat-kuatnya atau setahan-tahannya anak menggunakan gadget
namun tubuh anak mempunyai batas terhadap radiasi dan efek negatif gadget
tersebut.
Akhirnya saya ingin menyampaikan bahwa jangan pernah lupa menghadapi
anak-anak dengan diiringi doa dan kesabaran yang tidak pernah putus. Orang tua
juga harus tegas terhadap aturan-aturan yang sudah disepakati. Seperti tujuan
awal, bagi saya kelas ini dapat melepaskan segala toksin/ racun yang selama ini
tersimpan ketika menghadapi anak-anak serta menetapkan kembali tujuan awal dalam
mendidik anak-anak di era milenial ini.
0 comments:
Post a Comment