24 June 2013

Sea World Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol


Bulan ini saya kedatangan keponakan dari Solo yang hendak menghabiskan liburan di Jakarta. Namanya Rayyan, disekolahnya dia juga baru saja menang Juara 1 Lomba Komputer dan Rangking 1 disekolahnya, jadilah jalan-jalan ke Jakarta ini menjadi hadiah untuknya. Ditemani papanya yang juga abang kandung saya, tibalah dia Jakarta, tujuan utamanya hanya satu, mengunjungi Sea World!

Kebetulan kami juga baru pindah ke daerah Depok. Mamak saya masih menemani karena trimester pertama saya dilanda mabok luar biasa, dan Bapak saya juga datang ke Jakarta sekalian ngumpul dengan cucu dan anak pertamanya yang datang dari Solo.






Jadilah kami berangkat ke Ancol, kebetulan hari itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta, jadi untuk tiket masuk Ancolnya gratis. Tapi tidak dengan tiket masuk Sea World ya hehe
Tiket masuk dikenakan Rp. 70.000,-/orang, tapi buat Simbah dan Kakeknya Diandra dapet diskon dengan menunjukkan KTP saja :)


Akuarium utama memelihara ribuan satwa laut Indonesia. Sebanyak 35.500 ekor ikan laut Indonesia dari 35 spesies yang berbeda dipelihara disini.
Ukuran akuarium ini mencapai 38 x 24 m dengan kedalaman yang bervariasi dari 4.5 hingga 6 m dan menyimpan 5 juta liter air laut. Karena besarnya akuarium utama ini tercatat sebagai akuarium air laut terbesar kedua di Asia Tenggara.







Area Air Tawar dilengkapi dengan koleksi-koleksi satwa air tawar dari berbagai negara, termasuk diantaranya piranha dan Aipama Gigas dari sungai Amazon. Akuarium air tawar yang ditampilkan terdapat memiliki beberapa tema antara lain Aquarest (Aquarium Rain Forest), Aquarapaima, Aqua Car, Ex-Quarium dan Aquarium Piranha.





Lorong Antasena adalah lorong bawah air sepanjang 80 m yang dioperasikan dengan pijakan berjalan otomatis dengan kubah tembus pandang. Memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan "bawah laut" tanpa harus khawatir tersandung saat menengadah ke atas untuk melihat ikan.




Aquarium Dugong merupakan tempat tinggal untuk mamalia laut yang langka yaitu Duyung (Dugong dugon) dan Otter's Track menjadi rumah bagi mamalia semi akuatik Aonyx cinerea.





Pesona kehidupan laut ditambahkan dengan adanya Akuarium ekosistem terumbu karang yang berisi koral, sponge dan berbagai biota penghuni terumbu karang yang indah, serta berbagai akuarium yang berisi berbagai hewan laut unik lainnya seperti Gurita Pasifik Raksasa, Kepiting Laba-Laba, Ikan Nanas dan Nautilus yang hidup di suhu sangat dingin.



Salah satu atraksi yang paling mengesankan buat anak-anak adalah ketika jam pemberian makan, anak-anak dapat melihat ikan-ikan tersebut makan dan diperbolehkan ikut memberi makan penyu.



Akhirnya perjalanan kami selesai, di pintu keluar kita diharuskan melewati shooping area-nya Sea World, banyak boneka, kaos dan souvenir lucu yang bisa dibeli, dan Diandra pun pulang membawa satu kura-kura kecil sebagai kenang-kenangan telah berkunjung kesini.




Alhamdulillah anak-anak senang, sepanjang perjalanan pulang sampe esok harinya masih saja membicarakan Sea World dan hewan-hewan laut yang mereka lihat :)

23 December 2012

Mamakku, Nenek ASI inspirASIku


Tulisan ini saya buat untuk berpartisipasi dalam Lomba Narasi di Acara "Tribute To Mother" nya AIMI Sumatera Utara di Amaliun Convention Hall, Medan 22 Desember 2012. Alhamdulillah Narasi ini menjadi Juara 1.

-----------

Saya, Mamak dan Diandra

Mamak saya, adalah salah satu orang yang paling berperan penting dalam suksesnya pemberian ASI (Air Susu Ibu). Sebelum bicara tentang ASI tentunya kita sering berbincang masalah kehamilan dengan Ibunda tercinta, bahkan sebelum hamil kita telah mendengar cerita-cerita dan pengalaman mereka ketika melahirkan anak-anaknya.

Mamak yang berusia 57 tahun adalah Ibu dari 4 orang anak, semua anaknya lahir normal dan diberi ASI. Jika ditanya alasannya memberikan ASI adalah karena mudah, murah, praktis. Hal ini lah yang mendorong saya untuk memberikan ASI juga. Saya sendiri, anak kedua dari empat bersaudara dulunya adalah bayi yang 'katanya' tidak menyusahkan Ibunda, lahir secara normal yaitu hanya berselang satu jam ketika kontraksi pertama dimulai, dan bisa langsung merasakan nikmatnya menyusui  ASI yang melimpah dari Ibunda tercinta.
Konon cerita tersebut berpengaruh besar dalam hidup saya. Ketika hamil, saya percaya bahwa nantinya sayapun bisa melahirkan dengan normal serta akan mudah mengeluarkan air susu melimpah seperti cerita Mamak. Kenyataannya, saya akhirnya melahirkan melalui operasi sectio! tentunya atas pertimbangan medis dan konsultasi dokter. Ketika bayi saya yang diberi nama Diandra itu lahir pada 13 Juli 2011 lalu dengan berat badan 3,93 kg dan tinggi 52 cm, boro-boro mengeluarkan air susu yang melimpah, hari pertama setitik air susu pun tak keluar. Mamak tak kalah heran, menjumpai anak perempuan yang berada dalam situasi yang berbeda dengan situasinya melahirkan dulu. Namun tambahan kekuatan semangat dari suami, informasi yang didapat teman yang faham tentang laktasi, dan ilmu dari kelas menyusui membuahkan kesuksesan dan kelancaran air susu saya. Mulai dari pijat, suplemen penambah ASI, mengurangi kepanikan serta tetap membiarkan bayi menyusui langsung membuat ASI perlahan keluar sampai jumlahnya melimpah.

Ketika air susu mulai keluar, segala makanan yang konon dipercaya dapat menambah kuantitas air susu dibuatkan oleh Mamak. Mulai dari daun katuk, jantung pisang, pare, dan segala jenis sayuran, semuanya adalah makanan yang ternyata mampu membuat saya kebanjiran air susu dan Diandra 'mabok' ASI. Belum ada penelitian yang menyatakan bahwa makanan tersebut mampu menambah kualitas dan kuantitas ASI. Namun perhatian  Mamak, mimik wajah yakin ketika menyuguhkan makanan, kalimat-kalimat positif yang selalu diucapkan, serta rasa senang dan rasa percaya ketika menyantap makanan tersebut yang konon membuat si hormon oksitosin bekerja dengan sangat baik dan sempurna.
Masih ingat juga saya ketika Mamak memaksa saya makan banyak agar ASI pun ikut banyak, walaupun saya tahu itu hanyalah mitos, tetapi saya turuti saja kemauan Ibunda sambil tersenyum dalam hati, tidak ada salahnya makan banyak kok, bukankah Ibu yang menyusui eksklusif membutuhkan banyak kalori?. Dan walaupun makan banyak tetap saja berat badan saya tidak naik, malah turun dan melangsing dari bobot sebelum hamil dulu. Mamak dengan semua  ceritanya mengenai betapa lebih mudahnya menjadi Ibu dengan memberikan ASI, berhasil memaksa diri untuk turut menunjukkan keberhasilan memberikan ASI kepada anak saya.

Diandra, dari bayi sampai sekarang menjadi contoh kampanye ASI Neneknya dengan para tetangga, si Nenek dengan bangga memperkenalkan si anak ASI kepada anak2 tetangga yg sebagian masih menganut faham susu 'campur' alias ASI dan susu formula. Setiap ditanya tetangga, "minum susu apa?", "ASI saja", kata si Nenek dengan mantap dan bangga.

Si Nenek memang tidak punya ilmu sekelas konselor laktasi, tapi semestinya kita lebih faham dan wajib senantiasa meng‘upgrade’ ilmu, berbagi tentang ilmu baru, tak ragu mengajaknya mengikuti seminar yang berkaitan dengan kesehatan anak, tidak menolak pendapat namun bijak menolak hal2 yang tidak semestinya dilakukan. Masih segar dalam ingatan ketika Mamak memperhatikan dengan sungguh ketika saya berbagi ilmu tentang IMD (Inisiasi Menyusui Dini), pentingnya ASI eksklusif, juga ketika saya ajak mengikuti salah satu seminar yang membahas kesehatan anak, makanan pendamping ASI serta penggunaan obat secara bijak, ternyata berhasil membantu mendukung agar saya tidak gampang memberikan antibiotik atau obat puyer, maklum pengalaman pribadi sewaktu kecil diberikan obat puyer. Dulu, informasi seperti ini tidak gampang didapat, keterbatasan tekhnologi, keterbatasan waktu karena mengurus rumah tangga tanpa asisten rumah tangga. Namun keberhasilannya memberikan ASI kepada kami sudah cukup membuat saya bangga. Diandra, perkembangan pertumbuhannya sangat baik, usia 10 bulan sudah mulai berjalan, usia 12 bulan sudah mulai berbicara, sekarang 17 bulan, berat 12kg dan tinggi 81cm alhamdulillah dan insya Allah sehat, jarang sakit, hampir tak pernah ke dokter, dan saya percaya itu karena ASI!.

Tanpa adanya media sosial, AIMI, tentunya tidak menyenangkan seperti ini memberi ASI, dan tentunya dukungan suami, orang tua dan pengalaman Ibunda, sang nenek ASI tak kan semudah ini memberikan ASI. Semoga pengalaman ini dapat memberi inspirasi para Ibu dimanapun berada, Salam ASI.

10 October 2012

Menikmati Pantai di Bali, Indonesia

Cuti kepulangan suami kali ini bertepatan dengan 2 tahun usia pernikahan kami. Kami berencana pulang ke Bandung dan Liburan ke Bali. Liburan sekalian bulan madu ya haha...Pertimbangannya adalah karena saya suka pantai dan belum pernah ke Bali, sedangkan suami sudah pernah. Kebetulan suami saya juga ditawarkan menginap di salah satu villa milik teman nya yang tidak terpakai. Lumayan..

Liburan kali ini bukan hanya kami bertiga, ada 3 orang uwa-uwanya Diandra yang bakal ikutan. Saya pun jauh-jauh hari merancang itinerary untuk 4 hari dan akomodasi sesuai budget yang ada.Karena 2 malam kami akan menginap gratis di villa milik teman suami saya, 2 malam lagi kami memutuskan untuk menginap di salah satu resort yang lumayan banget di Tanjung Benoa hehe..

Tapi  olala..dua hari sebelum berangkat, suami diberi tahu oleh temannya bahwa villa tidak bisa dipakai! alasannya ga jelas, belakangan kami tahu bahwa beliau menjadi korban penipuan. Padahal rencananya kami akan menginap 2 malam di villa yang katanya berada di daerah Jimbaran tersebut. Ingin mengubah rencana menginap sudah tidak mungkin karena voucher untuk menginap di resort sudah kami beli. Akhirnya kami memutuskan menginap di budget hotel alias hotel murah meriah untuk dua malam pertama nanti. setelah browsing akhirnya menemukan dan kami pun siap untuk berangkat ke Pulau Dewata, Bali.

Kami berangkat malam hari dengan pesawat AirAsia. Alhamdulillah Diandra tidak rewel, persiapan pun tidak sulit karena banyak asistensi dari suami, semuanya dimasukkan koper dan saya hanya menenteng keperluan Diandra dalam satu diaper bag andalan. Saat itu usia Diandra sudah 15 bulan, jadi makanannya sudah bebas no sugar-salt rules, alias sudah makan makanan yang sama dengan orang dewasa, sejak usia setahun Diandra memang sudah makan nasi.




Alhamdulillah perjalanan lancar, dengan menumpang taxi omprengan karena panjangnya antrian taxi dan waktu yang sudah larut, kami langsung menuju hotel yang sudah kami booking, namanya Spazzio Hotel, tak jauh dari pantai Kuta, tidak terlalu crowded, dan overall, kami sangat puas dengan hotel ini.
Esok paginya, kami langsung berjalan-jalan menuju pantai-pantai di Bali
Hari ketiga kami menginap di salah satu resort di Tanjung Benoa, tulisan akan saya muat terpisah

1. Pantai Kuta



















2. Tanah Lot









3. Pantai Tanjung Benoa




15 July 2012

Ulang Tahun Pertama Diandra



Alhamdulillah putri saya, Diandra. Pada 13 Juli 2012 kemarin berusia 1 tahun. Perkembangannya sangat baik, sekarang sudah lancar berjalan (usia 10 bulan sudah mulai berjalan), sudah mulai menguasai beberapa kosa kata, sungguh nikmat yang sangat saya syukuri.



Dan yang membuat bahagia, Bapaknya Diandra juga bisa cuti di hari ulang tahunnya Diandra. Kami sendiri tidak berniat merayakannya, toh Diandra juga masih cukup kecil, hanya mengundang beberapa anak yatim piatu disekitar. Tapi ternyata Simbahnya Diandra ingin mengundang anak-anak tetangga yang biasa main dengan Diandra, jumlahnya tidak banyak sih, mungkin 10-15 orang, jadilah saya juga mengundang teman-teman dekat juga.

Tidak ada persiapan khusus, kebetulan teman kantor suami saya memberi kado gaun ulang tahun berwarna merah, dan ada yang memberikan satu stel pakaian khas Afghani (sebutan orang Afghanistan), ada juga beberapa baju yang belum terpakai, jadilah cara ulang tahun kecil-kecilan Diandra.

Pagi-pagi sudah didandanin



Bapak dan Diandra ala Afghani :)

Namanya juga anak usia setahun, belum ngerti apa-apa, pas acara ulang tahunnya malah belum bangun! Padahal teman-temannya sudah pada datang hahaha







Malamnya, kado-kado dibukain, walau ngga ngerti tapi Diandra kelihatan senang, makasih ya mbah..udah mau repot-repot masakin nasi goreng untuk ulang tahun Diandra :)




08 June 2012

Liburan Berdua Bayi, Kenapa Tidak? ( Jalan-Jalan ke Banda Aceh ) Bagian 2

Akhirnya hari yang ditunggu tiba, menghadiri  prosesi akad nikah dan pesta pernikahan sahabat saya, Emmy.


Rencana selanjutnya adalah bertemu adik saya dan keluarganya, dan tentu saja main ke pantai!saya memilih Taman sebagai tempat bertemu adik saya dan keluarga kecilnya. Kedua tempat ini mungkin bisa menjadi  referensi jika anda berkunjung ke Banda Aceh membawa anak-anak :)

1. Pantai Lampuuk


Indahnya Pantai Lampuuk

Menikmati indahnya Aceh berarti harus menikmati indahnya pantai-pantai di Aceh. Salah Satunya pantai yang berada di Aceh Besar, yaitu Pantai Lampuuk. Jaraknya sekitar 18 kilometer dari Banda Aceh.

Diandra asyik bermain pasir


Pasirnya putih, ombaknya bagus, ditambah dengan banyaknya pilihan duduk di pondok-pondok yang menyediakan ikan segar yang dibakar langsung plus kelapa muda hmmmmm...  Dan katanya pantai Lampuuk tidak kalah dengan Pantai Kuta di Bali loh hehe




Saya sendiri sudah hampir mengunjungi semua pantai di Aceh Besar dan banyak mengunjungi pantai-pantai di Aceh dan sudah tentu sangat mengagumi keindahannya.





2. Taman Putroe Phang

Taman Putroe Phang adalah Taman yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636) atas permintaan Putroe Phang (Putri Kamaliah), Permaisuri Sultan Iskandar Musa yang berasal dari Kerajaan Pahang.
Sekarang Pemerintah menjadikan taman ini sebagai objek wisata dengan melengkapi taman ini dengan beberapa wahana bermain untuk anak-anak. Tempat ini juga menjadi tempat bersantai muda-mudi maupun keluarga karena tempatnya yang hijau dan sejuk  banyak pohon-pohon. Taman Putroe Phang ini berada di Jalan Teuku Umar, Seutui, Banda Aceh.


menikmati sore di Taman Putroe Phang
Jadwal makan sore tak bisa diganggu gugat, lahap :)

Bertemu adik dan keluarga kecilnya

Saya memilih tempat ini untuk bertemu dengan adik saya dan keluarga kecilnya, agar Diandra juga bisa main dengan sepupunya. Alhamdulillah ada Putri, Fany, Shaliha dan Syafiiq yang ikut menemani, jadi rame!

Shaliha dan Syafiiq ikut senang bisa main
Fany, Me and Diandra
Olala ada yang haus pengen menyusu
Siap-siap pulang
 
Dan sore itu pun berakhir dengan sangat menyenangkan, Diandra tertidur setelah makan, main, menyusui. Thanks Putri, Fany!

Nah sebenarnya ada satu tempat yang saya kunjungi bersama teman-teman, tapi bukan objek wisata, tapi salah satu tempat yang sering dikunjungi kalo ngumpul bareng. dan tempat itu adalah tempat karaoke! Bisa nyanyi, makan enak, anak-anak juga kelihatan maklum dengan hobi para orangtuanya haha

Karaoke bareng Fany dan Kyq Marina

Akhirnya saya harus kembali ke Medan, Terimakasih banyak untuk sahabat-sahabat saya, Fany dan Putri..I Love You guys!!!!!

Ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk para Ibu yang akan melakukan perjalanan berdua dengan anak, semoga membantu!

Tips Naik Pesawat Dengan Bayi/ Anak Dibawah 1 Tahun:

1. Pilih penerbangan terpagi, biasanya bayi masih tidur atau masih dalam jam tidur, sehingga tidak terlalu rewel, atau pilih penerbangan di jam tidur siang.

2. Check In 1-2 jam sebelum keberangkatan, Moms bisa menunggu di Ruang Tunggu daripada harus berlari-lari terburu-buru sambil membawa bayi apabila terlambat.

3.  Siapkan perlengkapan untuk travel dan perlengkapan bayi dalam satu tas (diaper bag) yang multifungsi dan bersahabat. Saya pribadi memilih jenis diaper bag berbentuk ransel dengan banyak kantong dan sekat sehingga gampang mengisi berbagai keperluan dan gampang pula mengambilnya jika membutuhkannya. Letakkan di bawah kursi didepan anda.

4.  Isi tas wajib saya: tiket, dompet, HP. Keperluan bayi: popok sekali pakai (pampers), baju ganti bayi (antisipasi jika terkena muntah/kotor/basah), toilettries bayi (sabun cair antisipasi jika pup, minyak telon/minyak kayu putih, dll), susu/air putih (jika tidak ASI), cemilan bayi dan ibunya, Makanan Pendamping-ASI (bubur bayi), mainan/buku.

5. Memakai pakaian ternyaman dan fleksibel untuk menyusui. Untuk bayi juga pakaikan pakaian yang nyaman, tak perlu terlalu tebal apalagi untuk penerbangan domestik namun  siapkan jaket serta topi jika dingin atau tiba-tiba hujan. 

6. Pakailah gendongan bayi yang ternyaman dan paling fleksibel sesuai karakter masing-masing. Ada yang betah dengan baby wrap, baby carrier, baby sling, ada yang nyaman dengan gendongan kain panjang, so up to you..

7. Susui/ berikan susu atau cemilan untuk dikunyah kepada bayi setiap take off dan landing untuk mengurangi tekanan udara. Sebagian bayi memerlukan earmuff atau menaruh kapas di telingan bayi, tapi saya tidak pernah dan alhamdulillah bayi tidak rewel ketika disusui.

8. Pilih tempat duduk di lorong, agar gampang keluar masuk dan tidak mengganggu penumpang lain jika butuh ke toilet atau bayi rewel dan butuh berjalan-jalan.

9. Apabila tiba di tujuan, jangan buru-buru keluar turun dari pesawat kecuali memang posisi memungkinkan untuk keluar duluan.

10. Jangan ragu meminta bantuan kru pesawat/ penumpang lain jika membutuhkan, biasanya kebanyakan orang-orang akan sangat  baik/membantu jika melihat kita terbang berdua bayi :)


Tips Traveling Dengan Bayi/ Anak Dibawah 1 Tahun :

1. Buat daftar tempat tujuan, perhitungkan jarak yang memungkinkan membawa anak-anak dan sesuaikan dengan keadaan anak (jam makan, jam tidur)

2. Mempelajari dengan baik tempat tujuan/ peta, kontak teman (jika ada), memastikan akomodasi sudah tersedia/hotel sudah di booking, kendaraan untuk menjemput dari Bandara sudah tersedia (sewa/dengan supir), mengetahui tempat makan, apotik, klinik/RS terdekat.

3. Saya bukan type backpacker, jadi memilih koper sebagai bawaan yang super lengkap. Baju saya bisa dihemat/cuci kering, tapi penting bagi saya untuk membawa keperluan bayi dengan lengkap, seperti baju rumah dan jalan-jalan, baju hangat, selimut, topi, kaus kaki dsb, stroller (jika butuh), obat-obatan (parasetamol dll)

4. Bawa perlengkapan MP-ASI (bahan/alat). Biasanya dibawah 1 tahun masih makan bubur susu/tepung, puree buah, sayur.

5. Selalu sempatkan menyiapkan MP-ASI dan cemilan anak setiap hendak bepergian. Jadwal makan dan tidur anak jangan sampai terganggu.

6. Tidak memaksakan diri untuk pergi ke seluruh tempat wisata di daerah tujuan. Bersenang-senanglah, nikmati perjalanan jangan sampai pulang dari liburan malah tepar alias sakit :)

Sampai jumpa pada jalan-jalan selanjutnya ya :)